Pengalaman Mengajarkan Anak Belajar Naik / Mengendarai Sepeda

(Info: Silahkan kunjungi link berikut: http://imopi.wordpress.com/2012/11/05/3-menit-bisa-belajar-bersepeda/ untuk melihat video Rasyid Al-Hafizh ketika belajar sepeda selama 3 menit)

Alhamdulillah, anak saya yang pertama, Salma Hafizhah, belajar sepeda selama 2 hari saja untuk benar-benar bisa mengayuh sepeda hingga lebih dari 5 kayuh tanpa jatuh. Berbeda dengan bapaknya, yang dulu harus belajar sepeda sambil jatuh, dan waktunyapun lebih lama.

Dulu saya belajar sepeda dengan cara ayah saya memegang sadel dibelakang, lalu ayah saya mendorong saya sambil lari, saya pun duduk diatas sepeda memegang setang sambil mengayuh sepeda, kemudian pedal dilepas oleh ayah saya, dan hasilnya saya pun goyang kekiri kekanan, hilang keseimbangan dan akhirnya jatuh bila kaki tidak sempat ketanah dulu. Kurang lebih seminggu, dengan ketekunan ayah saya mengajarkan, dan sayapun ngotot ingin bisa, Alhamdulillah, akhirnya saya bisa.

Berbeda dengan anak saya, saya mengajarkan dengan metode berbeda. Caranya sbb:

  • Kaki kiri ditanah, kaki kanan dipedal.
  • Dorong sepeda dengan kaki kiri, kemudian kaki kanan sambil mengayuh pedal.
  • Ulangi terus menerus, hingga bisa mengayuh hingga 2 kayuhan, 3 kayuhan, atau bahkan lebih.
  • Jangan dibantu, biar belajar / usaha sendiri.
  • Copot kedua roda penyangga (roda bantu) yang terdapat disebelah kanan dan kiri ban belakang.
  • Gunakan sepeda yang kedua kakinya bisa menyentuh tanah, artinya sepedanya harus sesuai ukuran dan tingginya dengan anak saya. Untuk latihan pertama kali ini, saya gunakan sepeda sbb:

Selain itu, saya katakan pula kepadanya pada malamnya, apabila Salma sudah bisa, maka akan Abi belikan sepeda baru. Subhanallah, anak saya ini menjadi rajin latihan. Pada latihan hari ke 1, saat saya bangun hendak shalat Subuh ke masjid, ia ikut bangun, sambil berkata “Neng ingin belajar sepeda.” Saya jawab, “Ya, boleh, tapi Abi shalat dulu.”

Sepulang dari masjid, Salma sudah siap-siap latihan. Saya bawa ke lapangan badminton dekat rumah saya. Maka pada pagi hari itu, Salma hanya mendorong sepeda pakai kaki kiri saja. Bila mengayuh menggunakan kaki kanan, walau hanya sekali, langsung keseimbangannya berubah, dan hendak jatuh, namun tertahan dengan kedua kakinya. Pada 1/2 jam latihan pertama ini, begitu dan begitu keadaannya…

Sayapun berangkat ke kantor. Dan Subhanallah, walaupun matahari sudah naik, dan suhu sudah mulai panas, Salma tetap rajin berlatih sendiri di jalan depan rumah. Sekali kayuh, kaki kiri dorong, dan jatuh (maksudnya kedua kaki ketanah)…., namun Salma tetap berusaha. Sayapun tidak mengikuti perkembangannya lagi, dan kata istri saya, dia senantiasa berlatih sendiri sesuai yang saya ajarkan. Demikian hari pertama, dan ternyata latihan ini membawa manfaat besar untuk hari besoknya …

Pada hari kedua latihan, pagi-pagi Salma tidak latihan, kakinya sakit, dan saya lihat memang dia terlalu ngotot, lebih dari 1 jam dia berlatih. Maka saya pun berangkat kekantor. Satu jam saya dikantor, saya telepon ke istri, ternyata Salma latihan sendiri lagi, dan ada berita gembira: “Salma sudah bisa mengayuh hingga 5 kayuh tanpa jatuh!” Maka Subhanallah dan Alhamdulillah, saya gembira sekali mendengarnya. Saking gembiranya, langsung sorenya saya belikan sepeda baru dengan ukuran lebih besar setingkat diatasnya.

Maka malam harinya, sepulang saya kerja, benarlah bahwa Salma sudah bisa naik sepeda tanpa jatuh. Langsung sepeda baru dicoba, namun ternyata kakinya agak sulit menyetuh tanah, jadinya Salma sulit untuk mengayuh pertama kali. Alhamdulillah, setelah sadelnya diturunkan sampai minimum, Salmapun akhirnya bisa naik sepeda baru ini.

Demikian tips ini, semoga bermanfaat buat rekan-rekan yang hendak mengajarkan anaknya naik sepeda… :)

(Info: Silahkan kunjungi link berikut: http://imopi.wordpress.com/2012/11/05/3-menit-bisa-belajar-bersepeda/ untuk melihat video Rasyid Al-Hafizh ketika belajar sepeda selama 3 menit)

About these ads

Tentang Sofyan Efendi

Salah seorang hamba Allah yang sangat membutuhkan cahaya-Nya, karunia-Nya, petunjuk-Nya, ampunan-Nya dan rahmat-Nya.
Tulisan ini dipublikasikan di Keluarga. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s